Minggu, 21 Mei 2017

Memesona Itu, Berkarakter dan Pandai Membawa Diri

Mei 21, 2017 0 Comments
Setiap wanita, pasti ingin tampil memesona, tak terkecuali saya. Tampil memesona bukan hanya di hadapan suami dan anak-anak, tapi juga di segala kesempatan.

Memesona itu bukan soal fisik belaka. Dandanan glamor dan menor tak menjamin seseorang tampak memesona. Memesona itu ekspresi dari keindahan hati yang terpancar pada wajah yang berseri.

Agar tampil memesona, saya berusaha menjaga kesehatan dengan makan yang teratur, menjaga kebersihan diri, serta istirahat yang cukup. Menjaga kesehatan wajib hukumnya, karena itu wujud rasa syukur atas karunia tubuh yang sehat dan sempurna dari Sang Maha Pencipta.

Untuk menunjang penampilan, saya suka memakai wewangian. Saya memilih yang bisa membangkitkan mood dan semangat. Mood yang baik berperan menjaga stabilitas semangat, agar saya mampu menyelesaikan tugas harian sebagai ibu rumah tangga.

Bizarre, adalah pilihan saya sejak pertama kali mengenal Vitalis Body Scent. Aroma bunganya yang wangi menawan, membuat saya sulit berpaling ke lain hati. Bizarre adalah perpaduan yang harmonis antara wangi lotus dengan aroma sandalwood, blackcurrant dan marine.

Keempat elemen yang terkandung dalam Bizarre, memiliki khasiat dan keunikannya masing-masing. Lotus atau yang lebih dikenal dengan nama teratai, dipercaya mampu meningkatkan vitalitas dan daya konsentrasi. Sedangkan sandalwood, yang tak lain adalah cendana, aromanya mampu menghilangkan rasa cemas. Cendana juga baik untuk bermeditasi. Blackcurrant, terbukti memiliki kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi. Sedangkan marine, siapa yang tak suka aroma kesegaran air laut?

Sekilas, aktivitas saya sebagai ibu rumah tangga yang mengasuh tiga anak, terasa monoton. Padahal, seringkali saya dihadapkan pada kondisi yang menuntut saya untuk sigap bertindak. Vitalis Body Scent Bizarre, membantu untuk tetap tenang ketika mencari solusi. Saya merasa memesona ketika berhasil membuat semua bernafas lega.

Pada akhirnya saya berpikir, memesona itu relatif. Memesona itu ketika seseorang mampu beradaptasi dalam segala situasi, ramah, santun, tanggung jawab, tanggap, cekatan dan kreatif mencari solusi.

Saya merasa memesona ketika bisa memperbaiki perabotan dan kerusakan-kerusakan kecil lainnya di rumah saat suami tak ada, tanpa harus memanggil teknisi. Bahagia rasanya ketika mendapat pujian dari anak-anak. Wow, mama hebat.

Saya merasa memesona ketika mampu meredam amarah melihat anak-anak melakukan kesalahan, tapi tak memarahi mereka di depan umum, melainkan menasehatinya di tempat lain, berdua saja.

Saya merasa memesona ketika berhasil memenuhi harapan suami saat dia meminta didampingi untuk menghadiri undangan dari atasannya yang notabene orang asing, untuk sekedar menemani mereka berjalan-jalan ketika libur.

Saya pun merasa memesona ketika mampu bersikap anggun dan elegan ketika bertemu mantan, tanpa keinginan mengkhianati pasangan. Suami harus dihormati, keluarga adalah yang utama. Dan mantan, lupakan, walau ia akan terus dalam ingatan.

Memesona pula ketika saya tetap mampu bersikap ramah dan tersenyum di hadapan orang yang telah memfitnah saya, karena tak ingin mempermalukannya di depan umum. Kebenaran itu harus disampaikan, tetapi harus di tempat dan waktu yang tepat.

Saya juga merasa memesona ketika sanggup untuk tetap bersikap rendah hati saat melihat orang lain membanggakan sesuatu yang dimilikinya, sementara saya memiliki hal yang sama sejak lama.

Dan, saya merasa sangat sangat memesona ketika mampu melihat kebaikan dan kelebihan orang lain, tetapi tetap merasa bahagia dan bersyukur dengan segala yang telah dan belum saya miliki. Saya sadar masih jauh dari sempurna, karenanya saya akan terus belajar dan memperbaiki diri. Demikianlah cerita tentang memesona versi saya.

Kamis, 11 Mei 2017

Wisata ke Pulau Lombok dalam Sehari

Mei 11, 2017 2 Comments
Pulau Lombok merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan, baik domestik maupun manca negara. Sepanjang tahun, mereka datang mengunjungi berbagai lokasi wisata yang tersebar di penjuru pulau.

Obyek wisata yang beragam, membuat pulau yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat ini dianggap memiliki daya tarik yang kuat. Ada Gunung Rinjani dengan air terjunnya yang indah, sejumlah pantai dengan keistimewaannya masing-masing, pemandangan bawah laut yang menakjubkan dan juga desa wisata yang unik.

Butuh waktu cukup lama, jika Emak ingin memuaskan diri menikmati semua tujuan wisata di sini. Tetapi, jika waktunya terbatas, Emak harus selektif memilih lokasi tujuan, agar maksimal memanfaatkan waktu yang tersedia.

Tapi jangan khawatir, ada beberapa obyek wisata di Pulau Lombok yang lokasinya berdekatan. Jarak yang terjangkau memungkinkan Emak mengunjunginya dalam waktu yang relatif singkat.

Obyek wisata mana sajakah itu?

Hutan Pusuk

Hutan Pusuk adalah kawasan pegunungan yang berada di sebelah utara Kota Mataram. Waktu tempuh dari kota sekitar satu jam. Hawa sejuk sangat terasa bila Emak mulai memasuki kawasan ini. Di sini, Emak bisa melihat kawanan monyet yang cukup jinak, berjajar di sepanjang jalan. Banyak pengunjung yang menyempatkan berhenti untuk memberi makan atau berfoto dengan monyet-monyet.

Pantai Senggigi

Setelah menyusuri Hutan Pusuk, Emak bisa berputar arah dan menemukan Pantai Senggigi. Pantai ini memiliki gunungan pasir hitam yang halus. Deburan ombaknya cukup kencang, sehingga Emak harus lebih waspada jika bermain di pantai ini. Saat pagi hari, akan terlihat layar perahu nelayan yang pulang melaut. Warna warninya membuat pemandangan pantai lebih semarak.

Kota Mataram

Memasuki wilayah kota, Emak bisa mengunjungi Islamic Center dengan masjidnya yang megah, atau Kantor Gubernur dengan halamannya yang asri. Jalan-jalan di Kota Mataram terbilang bebas macet. Pohon-pohon besar nan rindang di kanan kiri jalan membuat hawa terasa sejuk sehingga nyaman sekali saat berjalan-jalan.

Tidak hanya itu, Emak pun bisa memanjakan lidah dengan menikmati sajian khas Suku Sasak. Ada beragam kuliner yang bisa dipilih. Mulai dari yang murah meriah, hingga yang mewah di tempat yang berkelas.

Desa Wisata

Keluar dari Kota Mataram, Emak bisa mengunjungi beberapa desa wisata. Ada Desa Banyumulek yang merupakan sentra industri gerabah, Desa Sukarara penghasil kain tenun tradisional alias songket khas Lombok dan Desa Sade, yang hingga kini masih mempertahankan adat Suku Sasak yang unik. Di Desa Sade, Emak bisa membeli kain songket dan berbagai kerajinan tradisional lainnya.
Pantai Mawun, Pantai Kuta dan Pantai Tanjung Aan

Sekitar 40 menit dari Desa Sade, Emak akan disambut pemandangan pantai yang eksotis dan luar biasa indah. Ada beberapa pantai yang berdekatan, yaitu Pantai Mawun, Pantai Kuta dan Pantai Tanjung Aan. Di antara ketiganya, Pantai Kuta paling ramai dikunjungi.

Pantai Kuta memiliki keunikan yang khas, yaitu berupa pasir yang butirannya sebesar merica dan berwarna kuning keemasan. Saat senja, panorama di pantai ini begitu menakjubkan.

Tak jauh dari Pantai Kuta, sebelum bertemu dengan Pantai Tanjung Aan, Emak bisa menikmati keindahan Patung Putri Mandalika.

Semua obyek wisata tersebut di atas, bisa dikunjungi dalam waktu sehari. Jika perjalanan dimulai sejak pagi hari, Emak bisa menikmati obyek wisata Lombok dengan maksimal, walaupun tak sempat menginap.

Rabu, 10 Mei 2017

Aktivitas yang Bisa Dilakukan Saat Menunggu Antrian Bersama Anak

Mei 10, 2017 0 Comments
Dalam beraktivitas sehari-hari, tak jarang Emak harus pergi ke luar bersama si kecil dan mengantri untuk suatu urusan. Bila mengantri hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit, tentu tak jadi soal. Tapi bagaimana bila mengantri hingga lebih dari satu jam?


Menunggu antrian dalam waktu yang cukup lama, tentu membosankan. Apalagi bagi si kecil yang memang masih suka menghabiskan waktu dengan bermain dan berlarian ke sana ke mari.

Agar si kecil tenang ketika Emak mengajaknya mengantri, ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan bersamanya.

Mengajaknya mengobrol

Mengobrol bisa membuat waktu terasa cepat berlalu. Melalui obrolan, Emak bisa menyisipkan nasihat tentang pentingnya mengantri. Mengantri adalah salah satu cara mengajari anak bersabar dan menghormati hak orang lain.

Bila ada seseorang menyerobot antrian, Emak bisa mengatakan pada si kecil, bahwa itu adalah contoh yang tidak baik dan tak boleh ditiru. Menyerobot antrian sama dengan merampas hak orang lain. Jika ingin mendapat giliran lebih dahulu, tentu harus datang lebih awal.

Selain nasehat, Emak juga bisa mengajaknya mengobrol tentang kegemaran maupun kegiatannya di sekolah. Antusiasnya bercerita akan membuatnya menikmati waktu dan tak lagi merasa bosan.

Membaca buku

Sebelum pergi, sebaiknya menyiapkan satu atau dua buah buku kesukaannya. Jika si kecil belum bisa membaca, Emak bisa membacakan untuknya. Jika sudah bisa, Emak bisa membaca bersamanya. Tentu saja, Emak pun perlu menyiapkan buku pilihan Emak sendiri. Jadi, secara tidak langsung, Emak juga memperkenalkan budaya membaca pada si kecil.

Membawakan mainan kesukaannya

Untuk balita, mainan kadang lebih menarik dari pada buku. Untuk itu, Emak bisa membawa mainan yang mudah dibawa untuk persiapan mengantri. Misalnya, boneka atau mobil-mobilan kecil. Biarkan anak bereksplorasi di sekitar tempat antrian, asal masih dalam jangkauan pengawasan Emak.

Bermain tebak-tebakan

Bermain tebak-tebakan juga menyenangkan bagi si kecil. Asal, Emak mampu mengendalikan volume suara sehingga tidak sampai mengganggu pengantri yang lain. Tebakannya bisa dari hal yang sangat sederhana. Misalnya menebak nama dan warna benda di sekitar. Bisa juga tebakan yang Emak dapatkan dari buku atau majalah. Berikan reward bila berhasil menebak. Misalnya berupa kue dan biskuit.

Bermain game

Bermain game juga bisa menjadi variasi membunuh waktu. Tetapi, sebaiknya ini adalah pilihan terakhir, mengingat efek buruknya bagi anak. Terlalu banyak terpapar radiasi dari layar gadget, berdampak buruk bagi kesehatan mata.

Berbagai aktivitas di atas, memungkinkan si kecil untuk tetap menikmati waktunya ketika mengantri. Secara langsung, Emak juga telah memberikan teladan untuk sabar menanti giliran. Mengantri juga salah satu cara belajar disiplin dan sopan santun loh Mak.

Jumat, 01 November 2013

Merapikan Isi Dompet

November 01, 2013 10 Comments

Versi aslinya seperti ini,

Mengatur Keuangan

“Rapi sekali dompetnya…” komentar teman saya saat ia sekilas melihat isi dompet saya.

Saya tersenyum. Meski memakai dompet sederhana, saya terbiasa menata isinya. Uang koin saya letakkan terpisah dari uang kertas. Uang kertas tidak saya lipat agar tidak rusak dan lecek. KTP, ATM dan kertas penting lainnya saya susun sedemikian rupa agar mudah dicari namun tak mudah jatuh.

Sebenarnya, bukan hanya penataan uang di dompet. Saya juga terbiasa mengatur keuangan keluarga saya dengan membuat perencanaan setiap bulan. Pemasukan dan pengeluaran rutin saya catat. Pengeluaran rutin seperti biaya listrik, telepon, cicilan rumah, cicilan kendaraan dan biaya sekolah anak, lebih dulu saya sisihkan. Untuk menghindari lupa atau sibuk sehingga tak sempat membayar, saya membiasakan diri membayarnya sebelum tanggal jatuh tempo. Ini juga untuk menghindari denda. Bila memungkinkan, saya juga menggunakan fasilitas auto debet. Tak lupa saya pun menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan dan biaya tak terduga.

Untuk keperluan sehari-hari, yang bisa dibeli dalam jumlah banyak, akan saya beli sekaligus agar mendapat harga lebih murah dan hemat transport. Jika ada, kesempatan diskon pun saya manfaatkan, asal tetap untuk barang yang memang kami butuhkan.

Dengan adanya perencanaan, pengeluaran lebih tertib dan terkendali. Saya juga bisa meminimalkan pembelian barang yang tidak perlu. Asalkan disiplin menaati rencana yang sudah disusun, kita bisa mencegah pemborosan dan menjaga agar tidak terjebak hutang.

Minggu, 27 Oktober 2013

Konkret Cintai Produk Nasional

Oktober 27, 2013 0 Comments
Ini gagasanku yang dimuat di Jawa Pos pada Kamis, 9 Mei 2013.

Konkret Cintai Produk Nasional
Kamis, 09 Mei 2013

INILAH cerita suami saya. Dalam rangka persiapan sebuah proyek, suami berdua dengan atasannya yang warga negara Jepang berbelanja berbagai kebutuhan untuk mes karyawan. Alhasil, semua barang, mulai televisi, kulkas, AC, bahkan setrika, yang pasti pembantulah yang akan memakainya, diharuskan bermerek Jepang. Demikian juga sarana transportasi dan kebutuhan lain, jika ada, semua harus serba Jepang.

Saya berpikir, seandainya saja bangsa Indonesia mau seperti itu, tentu negara kita bisa jauh lebih baik daripada sekarang. Perekonomian kita pasti lebih maju jika produk dalam negeri merajai pasar negeri sendiri.

Kejadian itu menjadi contoh nyata bagi saya agar lebih bersemangat mengajak anak-anak untuk mencintai negeri sendiri. Mengapa memilih ayam goreng waralaba Amerika, jika makanan tradisional Indonesia lebih beragam dan kaya rasa? Mengapa memilih pakaian bermerek luar negeri yang sangat mahal, sementara ada batik yang kini kian indah corak maupun modelnya? Mengapa harus menonton konser artis luar negeri yang belum tentu memperbaiki moral anak bangsa, sementara tarian dan lagu daerah sarat makna dan nilai kehidupan? Ayo, kita mulai dari diri kita, sekarang!


Versi aslinya sebagai berikut,

Cintai Produk Dalam Negeri.

Kita pasti sudah sering mendengar slogan tersebut. Tapi, sejauh manakah tindak nyata kita? Dalam hal ini, sungguh tidak berlebihan bila kita belajar dari bangsa Jepang.

Inilah cerita suami saya. Dalam rangka persiapan sebuah proyek, suami berdua dengan atasannya yang warga negara Jepang berbelanja berbagai kebutuhan untuk mess karyawan. Alhasil, semua barang mulai dari televisi, kulkas, AC, bahkan setrika yang pasti pembantulah yang akan memakainya, diharuskan yang bermerk Jepang. Demikian juga sarana transportasi dan kebutuhan lain, jika ada, semua harus serba Jepang.

Mengesankan sekali ketika suatu saat suami terpaksa membawa kami sekeluarga ke kantor dan memesan makan siang dari sebuah restoran waralaba Jepang, sang atasan dengan ramah dan sigap membayar pesanan kami.

Saya berpikir, seandainya saja bangsa Indonesia mau seperti itu, tentu negara kita bisa jauh lebih baik daripada sekarang. Perekonomian kita pasti lebih maju jika produk dalam negeri merajai pasar negeri sendiri.

Kejadian itu menjadi contoh nyata bagi saya agar lebih bersemangat mengajak anak-anak untuk lebih mencintai negeri sendiri. Mengapa memilih ayam goreng waralaba Amerika, jika makanan tradisional Indonesia lebih beragam dan kaya rasa? Mengapa memilih pakaian bermerk luar negeri yang sangat mahal harganya sementara ada batik yang kini kian indah corak maupun modelnya? Mengapa harus menonton konser artis luar negeri yang belum tentu memperbaiki moral anak bangsa sementara tarian dan lagu daerah sarat makna dan nilai kehidupan?

Ayo, kita mulai dari diri kita, sekarang!

Rabu, 02 Oktober 2013

Review Bebestar 2013

Oktober 02, 2013 2 Comments

“My first, my last, my everything...
And the answer to all my dreams...
You’re my sun, my moon, my guiding star...
My kind of wonderfull, that’s what you are...”

Mungkin anda sudah tak asing dengan lirik lagu di atas. Ya, benar. Ini adalah lirik lagu pada iklan susu Bebelac. Dalam salah satu versinya, tampak beberapa anak dengan wajah lucu dan menggemaskan bersama ibu mereka. Anda tertarik putra putri anda tampil seperti mereka? Kali ini PT. Nutricia Indonesia Sejahtera kembali menyelenggarakan pemilihan bintang Bebestar 2013.

Bebestar 2013 adalah ajang untuk menampilkan potensi terbaik yang dimiliki anak. Acara ini bukan lomba, maka tidak dikenal istilah pemenang atau juara. Tetapi setelah melalui beberapa tahap, dewan juri akan memilih beberapa peserta untuk menyandang predikat sebagai Bebestar Terbaik.

Klasifikasi usia peserta dibagi menjadi dua yaitu Bebestar untuk anak berusia 3-6 tahun, dengan unjuk bakat di bidang menyanyi, menari dan memainkan alat musik, dan Little Bebestar yang bisa diikuti oleh anak berusia 1-3 tahun. Pada kelompok Little Bebestar, yang akan ditampilkan adalah gambaran kedekatan ibu dan anak. Ajang ini tidak terbatas pada pengguna susu Bebelac, non pengguna pun bisa mengikutinya. Namun bila masuk tahap audisi, harus membeli susu Bebelac 2 x 400 gr.

Cara mengikutinya cukup mudah. Peserta tinggal merekam video unjuk kebolehan anak dengan durasi maksimal 2 menit. Perekaman bisa dilakukan dengan menggunakan blackberry, android maupun video professional. Hasilnya dikirim ke indscript.creative@gmail.com, dengan disertai nama anak, tempat/tanggal lahir anak, nama orang tua, alamat domisili dan nomor kontak yang bisa dihubungi. Bila kurang jelas bisa menghubungi kontak 022-5229415.

Ajang ini sangat bermanfaat bagi perkembangan buah hati karena dapat melatih mereka untuk belajar mandiri dan percaya diri. Hal ini karena mereka tampil solo di hadapan dewan juri. Mereka juga bisa belajar bersosialisasi, karena acara ini memungkinkan mereka bertemu dengan peserta lain berikut orang tuanya.

Yang perlu diperhatikan, selama mengikuti acara, anak harus merasa senang dan nyaman. Orang tua sebaiknya tidak menuntut dan tidak menekan anak, agar mereka tidak stress. Juga supaya anak tidak merasa terbeban untuk menjadi yang terbaik dan tidak kecewa saat tidak lolos pada tahap berikutnya.

Sayang, untuk Bebestar kebolehan yang ditampilkan hanya menyanyi, menari dan bermain musik. Padahal masih banyak jenis bakat yang lain, misalnya melukis, membaca puisi, bermain sulap, menyusun lego atau bakat dalam bidang olah raga. Begitu juga untuk Little Bebestar, yang ditampilkan hanya kedekatan ibu dan anak. Alangkah baiknya bila sang ayah pun diperkenankan tampil bersama anak. Bukankah anak adalah buah hati ayah dan ibu?

Tapi apapun, setidaknya melalui acara ini kita bisa lebih dini mengenali potensi sang buah hati, sehingga bisa mengarahkan dan memfasilitasinya dengan lebih cepat dan tepat. Pengarahan yang cepat dan tepat kelak akan membantu kesuksesan anak di masa depan. Ingat, setiap anak adalah bintang.

Kamis, 22 Agustus 2013

Ada Apa dalam “Storycake for Your Life, Mompreneur”?

Agustus 22, 2013 4 Comments
Ibu rumah tangga menjalankan usaha? Bagaimana tugas sebagai istri dan ibu? Bagaimana dengan urusan rumah dan anak-anak? Apa tidak akan bermasalah dengan suami? Memangnya mampu? Mungkin ada berderet pertanyaan lain yang siap dilontarkan pada seorang ibu rumah tangga yang memiliki keinginan membuka usaha alias berbisnis. Buku ini mampu menjawabnya.

Berisi 34 kisah menarik nan inspiratif dari para wanita yang telah sukses menjalankan usahanya sambil tetap menjalankan fungsinya sebagai istri dan ibu. Buku ini akan membuka wawasan sekaligus mengusir keraguan dalam benak kita tentang dunia bisnis yang bisa ditekuni dari rumah. Dengan niat yang kuat dan semangat pantang menyerah, para wanita yang sehari-hari berkutat dalam urusan domestik rumah tangga telah membuktikan bahwa mereka mampu.

Banyaknya pengalaman yang dikisahkan menjadi kelebihan tersendiri dari buku ini. Pembaca akan disuguhi beragam ide bisnis karena banyak penulis yang tak hanya menjalankan satu bisnis, melainkan sekaligus beberapa. Ada yang memulai usahanya dari hobi, karena keprihatinan kondisi alias kepepet, ada pula yang sempat merasa yakin terlahir sebagai pekerja kantoran tanpa bakat bisnis, tapi akhirnya memiliki ide membuka usaha. Berada di negeri orang karena mendampingi suami, bahkan tinggal di daerah terpencil, tak menyurutkan langkah dan tak membuat mereka kehabisan ide kreatif untuk menambah penghasilan keluarga.

Beberapa usaha yang dijalankan antara lain berdagang pakaian, buku, catering, kerajinan tangan, isi ulang pulsa, rental komputer, menjadi instruktur senam, guru les, perias dan masih banyak lagi. Ya, bahkan seorang shopaholic yang sangat konsumtif pun sukses mengubah dirinya menjadi produktif. Bagaimana caranya? Dengan membaca buku ini anda akan mengetahui jawabannya.

Bagi yang memiliki keinginan berbisnis, buku ini bisa menginspirasi tentang jenis usaha yang bisa anda jalankan. Sedangkan bagi anda yang belum berniat membuka usaha apapun, buku ini bisa memprovokasi agar anda segera mengeluarkan bakat tersembunyi anda.

Menjalankan usaha tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai rintangan kerap mereka temui. Seperti dikisahkan salah satu penulis yang menjalankan usaha laundry kiloan, yang menganggap bahwa permasalahan yang datang adalah pelajaran berharga untuk membuat mental makin tangguh menghadapi rintangan dan pada akhirnya membentuk sebuah sistem yang semakin baik. Ada pula kesulitan mengatur waktu yang dialami oleh seorang ibu yang membuka usaha desain grafis. Namun, berkat komunikasi dan kerja sama yang baik dengan sang suami, solusi pun didapat.

Sayang, buku ini minim ilustrasi yang menyegarkan mata. Baik ilustrasi berupa gambar maupun perhitungan bisnis yang bisa membantu apabila pembaca hendak merealisasikan ide bisnis dari buku ini. Juga tips dan triknya, pada beberapa kisah kurang detail.

Well, bagaimanapun buku ini tetap menarik untuk dibaca. Selain sampul trendinya yang khas storycake, kalimat-kalimat motivasi yang ada serasa membakar semangat kita untuk berusaha. Mengutip salah satu diantaranya, “Kegagalan yang sesungguhnya adalah saat kita tak berani memulai usaha.”

Judul Buku : Storycake for Your Life, Mompreneur
Penulis : Ari Kurnia, Roza Rianita, Tinneke Indrawati, dkk
Tebal : 259 plus x halaman
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-9425-5
Cetakan Pertama : 2013
Harga : Rp. 55.000,00
Peresensi : Laila Masruro


Follow Us @soratemplates