Jumat, 26 Januari 2018

Hidangan Pertama untuk (Calon) Suami

Januari 26, 2018 0 Comments

Dulu, saya enggak begitu suka memasak. Tapi semenjak merantau ke ibukota propinsi dan hidup sebagai anak kos, mulailah saya belajar turun ke dapur. Habis gimana lagi, kalo makan beli di warung terus, bisa bangkrut kan? Hehe… Apalagi saya hanyalah karyawati junior dengan gaji yang tak seberapa.

Karena dulu saat di rumah saya juga jarang membantu Emak di dapur, otomatis kamus perbumbudapuran saya minim. Dan itu berbanding lurus dengan kemampuan saya dalam hal menyulap bahan makanan mentah menjadi layak makan.

Tak disangka, suatu ketika seorang karyawan dari kantor pusat perusahaan tempat saya bekerja, ditugaskan ke proyek yang dibawahi kantor cabang, tempat saya bekerja. Singkat kata, setelah berkenalan, doi pedekate. Dan kami sepakat untuk menjalani hubungan yang lebih serius. Tak butuh waktu lama untuk saya naik pangkat menjadi calon istri sang karyawan.

Hal itu membuat saya galau dan mulai memikirkan cara meningkatkan skill saya dalam bidang masak memasak. Sesuai nasehat orang tua jaman dulu, bahwa tresna jalaran saka madaran kan? Hehe… Artinya, rasa cinta bisa ditumbuhkan dari sejahteranya perut. Dimasakin gitu.

Mulailah saya suka mengumpulkan resep masakan dari tabloid atau majalah. Jika ada waktu, resep masakan yang bahannya murah dan mudah didapat serta mudah cara memasaknya, akan saya eksekusi.

Sayangnya, keterbatasan waktu membuat saya kadang berkesperimen di saat yang tidak tepat. Seperti yang terjadi pada suatu pagi.

Hari itu jadwal saya harus mengunjungi proyek yang berlokasi di luar kota. Otomatis saya akan bertemu dengan calon suami saya yang memang lokasi kerjanya di proyek tersebut.

Sebagai calon istri yang baik, pingin dong sesekali mencoba membawakan bekal buat dimakan berdua. Masak minta ditraktir terus. Malu, hehe… Saya mah gitu orangnya. *tutup muka

Pagi-pagi saya segera berbelanja sayur. Rencananya saya mau bikin sayur bening bayam dengan bakwan jagung sebagai lauk. Simpel banget kan?

Usai belanja, jagung segera saya kupas, cuci, serut, lalu diuleg bersama dengan bumbu-bumbunya. Sambil menguleg, saya merebus air untuk membuat sayur bayam. Tak lupa bayam yang sudah saya cuci dan potong-potong, langsung saya masukkan panci. Biar empuk, pikir saya. Sumpah! Saya nggak tahu kalau bayam itu cepet lembek, haha…

Kekeliruan besar itu saya ketahui saat ibu kos saya yang sudah seperti ibu saya sendiri, iseng membuka tutup panci dan terkejut melihat isinya.

Saya ingat betul kalimat beliau saat itu, “Hei, Jeng. Mau bikin sayur apa ini? Kalaupun sayur bening, nggak satu sungai gini airnya. Trus bayamnya, kok sampe gelap mateng banget gini? Ini nggak layak dimakan, buang saja.”

Saya melongo, antara malu, terkejut dan panik. (Duuh, di paragraf ini saya ngakak dulu ya. :D) Jarum jam kian bergeser ke kanan. Saya harus segera mandi dan bersiap-siap berangkat ke kantor agar tidak terlambat.

Ibu kos membaca kebingungan saya. Segera beliau meminta saya membeli bayam lagi sementara beliau akan membantu menggoreng si bakwan jagung. Saya nggak membantah.

Pulang dari warung sayur, bakwan jagung sudah matang. Si bayam, langsung diminta ibu kos untuk beliau tangani. Dan saya, mandi dong.
Usai berdandan, saya tinggal menenteng tas kerja berikut rantang yang sudah terisi bekal. Menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam, akhirnya saya tiba di kantor proyek.

Rantang saya letakkan di atas meja kerja. Dan saat Si Mas bertanya mau pesan apa untuk makan siang, dengan pedenya saya jawab, “Aku nggak pesan. Mas juga nggak usah. Kali ini kita makan bekal yang kubawa ya?.”

Si Mas terlihat bahagia.

Waktu makan siang pun tiba. Si Mas masuk ke ruanganku. Sang manajer yang biasa makan bersama kami, memilih membiarkan kami makan berdua di ruangan saya. Sementara rekan-rekan yang lain, berdeham –dehem menggoda kami.

Saya pun segera membuka rantang. Hmm… Daun bayam yang dimasak bening itu tampak segar menggoda. Kontras dengan layunya warna sayur bayam yang tadi disuruh buang oleh ibu kos. Aroma temu kunci yang berpadu dengan wanginya daun kemangi, segera berebut masuk rongga hidung kami. Begitu pula aroma bakwan jagung yang juga ditambahi temu kunci sebagai bumbu di dalam adonannnya. Tak kalah menggoda.

Si Mas melihat makanan yang terhidang di meja dengan takjub, apalagi saya. “Wah, ternyata Adik pintar masak, ya?” Pujinya pada saya.
Saya pun tersenyum, tapi tak mengiyakan.

Sambil makan dengan lahap, Si Mas bercerita, bahwa dia dulu nggak doyan sayur bening bayam. Tapi katanya masakan saya beda, aromanya wangi dan rasanya pun sangat enak. Sedangkan bakwan jagung, itu adalah favoritnya. Kelak kalau kami sudah menikah, dia nggak keberatan dimasakin seperti itu sering-sering.

Selama makan, Si Mas terlihat sangat bahagia. Sebaliknya, saya jadi bingung dan tak enak hati. Haruskah saya mengatakan yang sebenarnya? Tapi kan malu. Karena dia sudah memuji saya sedemikian rupa. Tapi jika tidak saya katakan, hati ini kok nggak sreg. Seperti menipu, walaupun enggak.

Akhirnya saya mengambil keputusan. Sambil membereskan rantang kosong, saya bertanya, “Mm, makanannya enak?”

“Iya, enak banget. Makasih ya.” Jawab Si Mas sambil masih tersenyum,”Mas bener-bener nggak nyangka, Adik bisa masak.”

“Mmm, anu. Sebenernya itu tadi bukan aku yang masak, tapi ibu kos.”

“Ha? Oh? Begitu? Ya, nggak papa sih. Nggak papa, Dik. Serius.” Si Mas merespon pengakuan saya sambil tergagap dan menahan senyum.

“Jadi, yang tadi Mas bilang pinter masak dan masakannya enak, itu bukan aku. Tapi ibu kos. Ibu kos yang harusnya Mas puji. Kalau aku, aku nggak bisa masak.”

Entah bagaimana wajah saya saat itu. Tapi saya lega dengan kejujuran saya. Kemudian saya katakan pada Si Mas tentang kekurangan-kekurangan saya yang lain. Dan Alhamdulillah, Si Mas nggak keberatan, hehe… Kini, kami telah melewati 18 tahun hidup bersama. *Alhamdulillah lagi. :D

Ada dua hikmah yang saya dapat dari kejadian konyol ini. Yang pertama, jujurlah dalam setiap kesempatan. Karena dengan jujur, pikiran akan tenang. Tak apa tak mendapat pujian dari orang yang kita harapkan, tapi setidaknya kita tak perlu menipu diri dengan terus berpura-pura hebat. Toh, belum tentu si dia nggak menerima. Bukankah ada pepatah, tak kan lari gunung dikejar. Tak kan datang jodoh bila pesona tak ditebar. Eeh, nggak nyambung, hehe…

Hikmah yang kedua, jangan mudah putus asa dalam meraih impian. Teruslah bersemangat dalam berusaha. Ingin bisa memasak, teruslah belajar memasak. Walaupun tak jadi chef di restoran bertaraf internasional, setidaknya kau jadi chef di dapurmu sendiri. Sekarang saya sudah punya menu andalan loh.Rawon salah satunya, hehe...

Pun demikian bila ingin jadi penulis. Teruslah berlatih merangkai kata. Jikapun tak menjadi pujangga, setidaknya goresan penamu memberi makna pada hidup sesama. Eaa…

Kamis, 25 Januari 2018

Redjo Joyo, Lesehan Favorit yang Nggak Bikin Kantong Menjerit

Januari 25, 2018 0 Comments

Awal saya kenal lesehan yang satu ini dari bibi saya yang seorang guru. Bersama rekan kerjanya, beliau cukup sering datang untuk mengadakan meeting atau sekedar makan bersama dengan santai di tempat ini. Ternyata warung lesehan ini milik kakak dari salah satu sahabat saya. Maka ketika eks teman-teman sekelas di SMA mau mengadakan reuni kecil, tempat ini jadi pilihan.

Namanya Warung Lesehan Redjo Joyo. Bagi yang tinggal di seputaran Mojokerto kota, mungkin tak asing lagi. Walaupun terletak di sudut sebuah dusun, lokasinya mudah dijangkau. Untuk menuju tempat ini, kita melewati jalan beton yang mulus dan lebar. Jarak dari jalan raya hanya sekitar dua kilometer. Warung lesehan ini akan kita jumpai saat kita sudah mencapai ujung jalan beton tersebut.


Pertama masuk warung ini, saya merasa tertipu. Halaman warung yang difungsikan sebagai tempat parkir motor, tidak terlalu luas. Memasuki area depan warung, hanya nampak beberapa set meja kursi, meja kasir serta rak yang berisi snack. Hanya sebuah warung kecil, batin saya.

Tapi begitu masuk, wow! Surprise! Ternyata tempat ini luas sekali. Di dalamnya banyak sekali saung-saung dengan berbagai ukuran. Yang paling kecil saung berkapasitas empat orang, dan yang paling besar bisa dipakai untuk sekitar 30 orang.


Antar saung dihubungkan dengan jalan setapak yang terbuat dari lantai beton dan dipadukan dengan batu sikat. Di kanan kirinya ada taman dengan pohon dan bunga-bunga yang tertata rapi. Kesan lega dan sejuk langsung terasa saat kita berada di dalam area ini.

Saat reuni, saya datang dengan membawa dua krucil saya. Si Bungsu yang berusia tiga tahun seketika gembira begitu melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Kolam ikan! Bukan cuma satu, tapi beberapa. Kolam ikan ini bisa menjadi hiburan tersendiri sambil menunggu pesanan makanan datang.


Rupanya kolam ini dibangun bukan sebagai penyegar pandangan semata, tapi memang dipakai untuk beternak ikan. Hal ini terlihat dari jenis dan banyaknya ikan yang dipelihara di dalamnya. Saat datang, saya juga berpapasan dengan pick up yang hendak pergi membawa ikan yang baru saja dipanen dari kolam–kolam tersebut.

Sebagai adik dari pemilik warung, sahabat saya sudah memesan tempat khusus untuk kami. Waktu bukanya juga khusus loh. Karena saat datang, jam operasional warung ini sebetulnya cuma tersisa setengah jam, hehe… Sementara kami bercengkerama hingga sekitar dua jam lamanya.


Kami dibawa masuk hingga jauh ke dalam. Taraaa… Ternyata saung untuk kami berada di tengah sawah. Sekeliling betul-betul sawah padi. Pantas begitu masuk area saung, semilir angin begitu terasa. Hembusannya mampu membuat dedaunan pohon mangga yang ditanam di antara kolam bergoyang-goyang manja. Sungguh suasana yang sangat nyaman dan menentramkan.

Sambil menunggu teman yang lain datang, makanan yang telah dipesan segera dihidangkan. Menunya tidak terlau bervariasi. Tapi rasanya, hmm… Bikin saya dan teman-teman pingin nambah lagi dan lagi. Ikan gurame dan ayam bakarnya khas Pandaan. Pedas dan manisnya sedang. Demikian juga urapnya. Buat anak-anak yang belum bisa makan terlalu pedas, cocok banget ini.

Surprise berikutnya saat saya melihat daftar harganya. Wow, bersahabat sekali. Saya pun langsung jatuh hati.


Yang menyenangkan saat saya makan dan berbincang-bincang dengan teman-teman adalah, dua anak saya anteng melihat ikan, hehe… Ikannya besar-besar dan menggemaskan. Pantas anak saya betah. Buat keluarga, tempat ini layak jadi pilihan.

Yang saya suka lagi dari lesehan ini adalah, wastafel untuk cuci tangannya mudah dijangkau dan terpisah dari toilet. Tersedia beberapa di sekitar saung. Selain itu tersedia juga musala dan toilet dengan kondisi bersih. Wifi tidak tersedia. Jadi kalau mau ke sini, tujuannya untuk makan dan berinteraksi secara langsung ya, hihi…


Saat pulang, saya baru tahu. Ternyata tempat parkirnya sangat luas. Untuk motor di halaman depan warung, untuk mobil di halaman rumah pemilik warung. Rumahnya sendiri terletak tepat di seberang jalan di depan warung.

Ohya, warung yang berlokasi di Dusun Mengelo Kecamatan Sooko ini, buka setiap hari dari pagi hingga jam empat sore. Tutup hanya satu kali dalam sebulan, yaitu saat Hari Minggu di minggu ke dua tiap bulan. Selain makan di tempat, warung juga melayani pesanan.

Nah, buat yang kebetulan sedang singgah di Mojokerto, boleh dicoba nih. Anak saya saja langsung suka. Soalnya saat di rumah, dia berbisik lembut di telinga saya, “Ma, lain kali kita ke sini lagi ya? Atau kalo enggak, beli dibungkus.”

Rabu, 24 Januari 2018

Wedang Jahe, Minuman Hangat Penghilang Penat.

Januari 24, 2018 0 Comments

Di antara semua anggota keluarga, saya adalah yang paling nggak tahan dingin. Itu sebabnya saya lebih bahagia di musim kemarau dari pada di musim hujan. Juga lebih nyaman ke pantai daripada ke gunung.

Saat kedinginan, tubuh saya tak hanya menggigil, tapi perut pun terasa mulas. Kondisi ini cukup menyiksa terutama bila saya harus antar jemput anak sekolah di musim hujan. Jas hujan dan helm sering kali tak cukup melindungi tubuh saya dari hawa dingin yang menerpa.

Bila tak sengaja kehujanan, maka setelahnya beberapa pekerjaan saya akan tertunda. Hal ini karena saya harus mencari kehangatan dengan berlindung di balik selimut sementara waktu, guna menetralisir suhu dan kondisi tubuh saya.

Maka dari itu, saya selalu sedia bahan untuk membuat minuman hangat. Kopi, teh dan jahe adalah beberapa bahan yang saya pilih karena praktis penyiapannya. Tetapi, mengingat manfaatnya, saya lebih memilih membuat wedang jahe bila tersedia ketiganya.

Cara menyiapkannya sangat mudah. Pertama rebus air. Sambil menunggu air mendidih, siapkan rimpang jahe secukupnya, cuci bersih lalu geprek. Jahe yang digeprek bisa dikupas lebih dahulu, bisa juga tidak. Saya sendiri lebih suka tanpa dikupas. Berikutnya, taruh jahe geprek ke dalam gelas atau cangkir, tambahkan sedikit gula, lalu tuangkan air yang sudah mendidih. Wedang jahe pun siap dinikmati.


Wedang jahe, selain untuk menghangatkan tubuh, ternyata memiliki banyak khasiat yang lain. Menurut sebuah artikel kesehatan dari Liputan6.com, jahe juga mampu mempercepat metabolisme, mengurangi lemak pada orang yang mengalami obesitas, sebagai antioksidan, mengatur kadar lemak jahat atau kolesterol, menjaga kesehatan jantung serta membantu mengurangi kelelahan atau rasa sakit pada sendi dan otot.

Bagi saya, kenikmatan minum wedang jahe adalah saat saya merasa sangat kedinginan setelah kehujanan. Tapi tak jarang saya juga menyeruputnya saat pagi sebelum sarapan. Saat diminum, aroma jahe yang khas berlomba dengan kehangatan wedang, merasuk ke dalam tubuh saya melalui kerongkongan. Rongga dada saya pun terasa segar dan nyaman karenanya. Rasa tegang pada otot-otot tubuh saya, terasa lebih longgar.

Sesekali, saya juga suka menikmati minuman hangat selain wedang jahe. Beruntungnya tinggal di Indonesia yang memiliki keragaman budaya termasuk kulinernya, sehingga membuat saya berkesempatan mengenal berbagai minuman hangat dari berbagai daerah.

Di daerah asal saya yaitu Jawa Timur, saya mengenal ronde. Ronde adalah air rebusan jahe yang dicampur gula, santan, pandan dan sere. Kuah ini diberi isian berupa potongan roti, mutiara, kacang tanah sangrai dan ketan. Rasanya manis, gurih dan hangat tentu saja.

Sedangkan di tempat tinggal sekarang, yang sering saya temui adalah bandrek, bajigur di siang hari dan sekoteng di malam hari. Bandrek dan bajigur hampir sama. Yang membedakan adalah bajigur mengandung campuran gula merah. Pedagang bajigur biasanya juga menjual umbi-umbian rebus dan kue tradisional sederhana. Sekoteng mirip dengan ronde, tetapi kuahnya tanpa santan dan isiannya tanpa ketan, tetapi ada kolang kaling di dalamnya.

Masih ada minuman hangat lainnya dari pelosok nusantara seperti wedang uwuh, bir pletok, kembang tahu, wedang secang dan lain-lain. Tetapi, favorit saya tetaplah si bening wedang jahe. Bagaimana dengan Anda?

Selasa, 23 Januari 2018

Mau Wisata Murah tapi Tetap meriah, Perhatikan Lima Hal Ini.

Januari 23, 2018 0 Comments

Setelah penat berkutat dengan rutinitas sehari-hari, setiap orang sebaiknya berekreasi atau berwisata. Rekreasi dibutuhkan untuk membuat tubuh dan pikiran kembali rileks.

Banyak manfaat yang bisa didapatkan melalui kegiatan wisata. Berwisata bisa membuat seseorang terhindar dari stress bahkan depresi. Terutama bagi mereka yang sedang atau telah tertimpa masalah, berwisata membuat diri melupakan sejenak beban pikiran. Dengan segarnya pikiran, semangat akan terisi kembali. Otak pun akan lebih mudah menyelesaikan masalah dan menelurkan ide-ide baru.

Selain menyegarkan pikiran, berwisata juga bisa menambah pengetahuan. Seperti yang kita ketahui, dewasa ini banyak berdiri sarana rekreasi dengan tujuan edukasi. Sarana yang menyebut diri sebagai education park ini, selain bisa mengajak bersenang-senang, juga bisa membuat kita mengetahui banyak hal. Yang demikian, sangat bermanfaat terutama untuk pelajar.

Sedikit atau banyak, berwisata pasti membutuhkan biaya. Mulai dari biaya transport, makan, tiket masuk area wisata serta untuk pembelian oleh-oleh alias souvenir. Tetapi, apabila direncanakan dengan seksama, biaya-biaya tersebut tentu bisa ditekan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar wisata kita tak membutuhkan banyak biaya.


Rencanakan tujuan

Yang utama, tentukan tujuan. Sebaiknya pilih lokasi wisata yang tidak membuat kita merogoh kantong terlalu dalam. Museum atau taman kota bisa menjadi pilihan. Selain biaya masuknya murah atau bahkan gratis, pertimbangkan jarak dari rumah menuju lokasi.

Transportasi

Mau ke tempat tujuan naik apa? Ini pertanyaan yang harus segera disiapkan jawabannya. Akan lebih baik jika jauh-jauh hari sudah membeli tiket, apalagi jika bisa mendapat tiket promo yang tentu harganya lebih murah daripada tiket regular.

Bawa perbekalan dari rumah

Ini hal yang tak kalah penting. Jamak kita jumpai, harga makanan di tempat wisata terbilang fantastis. Agar terhindar dari pemborosan, sebaiknya bawa makanan dan minuman dari rumah. Selain lebih sehat dan higienis, tentu biayanya juga lebih murah. Hal yang sama berlaku untuk pakaian dan peralatan yang mungkin dibutuhkan selama berwisata.


Hindari akhir pekan

Ada beberapa tempat wisata yang memberlakukan harga tiket masuk lebih mahal pada saat hari libur atau akhir pekan. Hal ini sebaiknya diketahui agar biaya wisata tak melebihi anggaran yang tersedia. Selain itu, arus lalu lintas menuju tempat wisata biasanya cenderung ramai dan macet saat akhir pekan.

Souvenir

Bila tidak perlu atau tidak terlalu bermanfaat, hindari membeli souvenir. Bukan berarti tak perlu kenang-kenangan, tapi souvenir tersebut bisa kita beli pada saat kondisi keuangan sudah lebih baik.

Demikian lima hal yang perlu diperhatikan agar kita tetap bisa berlibur walau dengan anggaran yang terbatas.


Senin, 22 Januari 2018

Rawon, Menu Andalan Kala Dompet Lagi On

Januari 22, 2018 0 Comments

Sebagai seorang ibu, saya merasa gembira luar biasa ketika masakan yang udah susah payah saya siapin, dihabiskan oleh suami dan anak-anak. Saya sih enggak terlalu mahir masak, tapi ada dong, salah satu salah dua menu andalan saya yang jadi favorit mereka.

Salah satunya adalah rawon. Masakan khas Surabaya ini juga menjadi favorit saya sejak kecil. Meskipun warna kuahnya hitam pekat karena pengaruh salah satu rempah yang dipakai, selera saya tetap tergoda kala melihatnya tersaji, hehe...

Bagi saya, rawon bukan sekedar masakan. Dia adalah kenangan. Dia adalah reward. Dia adalah bukti kasih sayang yang teramat besar dan juga lambang perjuangan seorang ibu untuk buah hatinya. Ada hubungan yang erat antara saya, Emak dan rawon. Duuuh, jadi baper ngomongin rawon, eh Emak.

Kembali ke rawon. Suatu ketika suami mengabari kalo dia sedang makan malam dengan koleganya di sebuah restoran di hotel berbintang. Menu yang dia pilih saat itu, tak lain dan tak bukan adalah menu favorit saya. Yess! Rawon. Usai makan, dia mengirim pesan ke saya melalui ponselnya, “Rawonnya, jauh lebih enak buatan Mama.”

Wuidiiiih, berasa melayang saya dapat pujian begitu, haha… *norak yo ben.


Baiklah, buat yang belum kenal gimana itu rawon, sini, saya bisikin.

Rawon adalah masakan yang terbuat dari daging sapi. Biasanya yang dipakai adalah daging sanding lamur alias daging yang mengandung lemak. Tetapi, demi alasan kesehatan, saya biasa bikin rawon dengan daging has dalam yang tanpa lemak. Sesekali aja saya tambahkan sanding lamur sedikit. Bahan lain, kol dan daun bawang prei.

Bumbu yang dipakai antara lain, bawang merah, bawang putih, lada, pala, ketumbar, jinten, garam, gula, sere, jahe, laos dan daun jeruk. Dan yang wajib ada, tentu saja kluwek alias pucung. Tanpa kluwek, bukan rawon namanya. Tanpa kluwek, rawon ibarat sambal tanpa cabe. Hampa, Kakaaak.

Cara memasaknya juga cukup mudah, walaupun agak lama. Pertama, daging direbus dulu. Sambil menunggu daging empuk, semua bumbu kecuali sere dan daun jeruk, dihaluskan dan ditumis, Daging yang sudah agak matang diangkat, lalu dipotong kecil-kecil. Rebus kembali bersama tumisan bumbu halus. Tambahkan kol, sere, jahe, laos dan daun jeruk. Kira-kira lima menit sebelum diangkat, masukkan daun bawang prei. Hidangkan rawon bersama sambal terasi yang dibubuhi tauge mini, empal sapi, tempe goreng, telur asin dan kerupuk udang.

Sedikit catatan, rawon akan lebih maknyus kalo diinapkan terlebih dahulu. Jadi, saya biasa memasaknya malam hari dan baru mulai menikmatinya untuk sarapan keesokan harinya. Mungkin karena saat itu bumbu-bumbu dalam kuahnya sudah lebih meresap ke dagingnya. Percayalah, walaupun penampakannya hitam, rasanya wuenak tenaaaan.

Rabu, 29 November 2017

Sendy Hadiat: Ayo Belajar Peduli pada Bipolar

November 29, 2017 0 Comments

Memiliki gangguan pada diri sendiri tanpa tahu apa dan bagaimana mengatasinya adalah hal yang menyedihkan. Terlebih bila itu adalah gangguan kejiwaan yang secara fisik sulit diketahui, terutama oleh orang lain. Salah satunya adalah gangguan bipolar.

Istilah bipolar mungkin baru mengemuka setelah kasus yang dialami oleh salah satu mantan artis cilik di negeri kita. Kasusnya begitu ramai dibicarakan. Namun sayang, banyak orang justru menghujat, merendahkan, menghina bahkan menghakimi, tanpa peduli bahwa sebetulnya sang penyandang adalah orang yang justru sangat butuh diperhatikan dan dihujani kasih sayang.

Bipolar adalah gangguan perasaan dengan dua kutub yang berbeda. Ada dua fase yang dialami penderitanya yaitu fase depresi dan fase mania. Pada fase depresi, penderita akan merasakan moodnya turun sepanjang hari, lelah, sensitif, tidak nafsu makan dan tidak berminat terhadap kesenangan. Ia akan berdiam dan menutup diri terhadap lingkungan, merasa tak berarti dan merasa bersalah berlebihan.

Sedangkan pada fase mania, penderita akan lebih banyak bicara atas tekanan yang dialami, merasa harga dirinya tinggi, terhina dan terlecehkan, mampu begadang hingga berhari-hari dan beraktivitas secara berlebihan, serta memiliki ide-ide yang kreatif walaupun tak mampu mewujudkannya dengan cara yang tepat.

Sendy Hadiat yang memiliki nama asli Sendi Winduvitri, juga seorang yang mengalami gangguan kejiwaan bipolar. Bertahun-tahun menjadi ODB (Orang Dengan Bipolar), perempuan kelahiran Jakarta 33 tahun yang lalu ini, tak tahu apa yang sedang dialaminya.

Saat itu, orang tua dan dua kakaknya telah bermigrasi ke Amerika Serikat. Sementara lingkungan terdekatnya yang juga tak paham dengan gangguan yang dialaminya sering mencaci, menghujat bahkan memberikan tekanan. Berbagai masalah yang muncul membuatnya makin tertekan hingga dia berada dalam kondisi yang sangat terpuruk, sampai terpikir niat untuk mengakhiri hidupnya.

Motivasi yang kuat untuk menyembuhkan diri membuat ibu dari lima anak ini akhirnya mencari tahu sendiri tentang bipolar. Dia membaca buku dan akhirnya menjadi pasien dari seorang dokter kejiwaan di Jogjakarta. Beruntung, suaminya pun kini bisa menjadi caregiver atau penolong yang membantunya untuk melepaskan diri dari faktor stressor yang bisa membuat gangguannya kambuh.


Kini Sendy merasa bahagia. Ia telah menerima dirinya sebagai ODB walaupun itu bukan pilihannya. Ia merasa dirinya berarti bagi keluarganya, baik sebagai istri, ibu maupun sebagai anak perempuan. Ia juga mampu mengendalikan diri dengan lebih baik serta mampu mengungkapkan perasannya apa adanya.

Pengetahuan dan pengalamannya dalam bergelut dengan bipolar mendorongnya untuk menulis sebuah buku yang berjudul “Menemukan-Mu dan menemukannya”. Buku setebal 160 halaman ini ditulis dalam waktu dua hari dengan bimbingan dari Indscript Creative melalui program Private Writing Coaching.

Buku ini mengisahkan perjuangannya berdamai dengan bipolar, apa penyebabnya dan bagaimana cara mencegah serta mengatasinya, fase demi fase. Harga buku ini Rp. 100.000,-, tetapi di masa pre order yang akan berlangsung hingga tanggal 7 Desember 2017 nanti, bisa didapatkan dengan harga Rp. 79.000,- saja. Untuk setiap buku yang terjual, Sendy akan mendonasikan sebesar Rp. 2000,- guna membantu para perempuan yang terlibat riba. Membeli buku ini, bisa sekaligus beramal ya?


Melalui buku ini Sendy Hadiat ingin menginspirasi banyak orang agar kembali menjadikan keluarga sebagai sahabat pertama karena akar dari kesehatan mental dan jiwa adalah dari keluarga. Sendy juga berharap agar orang tak perlu takut, ragu atau malu untuk peduli dengan psikologis demi kesehatan mental dan jiwa. Jika ada saudara atau sahabat yang tampak sedang lemah jiwanya, cobalah untuk peduli, menerima dan membantu mereka semampu kita.

Karenanya, Sendy juga membentuk sebuah grup di Facebook yang bernama Bipolar Care Healing (Biling). Melalui grup ini, Sendy mengajak siapa saja yang bergabung untuk berdiskusi dan berbagi ilmu seputar gangguan bipolar.

Segala hal yang terjadi tentu ada hikmahnya dan tidak ada kejadian kecuali atas ketentuan Allah. Berdamai menerima segala cobaan dan lebih peduli pada sesama dengan memberikan kasih sayang adalah salah satu jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup.

Sabtu, 25 November 2017

Zalfa Miracle: Kulit Wajah Sehat, Menawan Setiap Saat.

November 25, 2017 0 Comments

Pernahkah anda mengamati wajah sendiri di depan cermin? Apa yang tampak? Wajah kusam, noda gelap bekas jerawat, warna kulit yang belang akibat terpaan sinar matahari, atau justru kerutan halus di bawah mata dan garis senyum? Tenang, anda nggak sendiri.

Sebagai ibu rumah tangga dengan tiga anak, aktivitas saya cukup padat. Selain mengerjakan pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, menyetrika dan bersih-bersih, saya masih harus menemani anak lelaki saya yang baru berusia tiga tahun untuk bermain di lapangan. Sesekali saya juga menghadiri acara di lingkungan, ikut reuni kecil dengan beberapa teman sekolah bahkan menghadiri undangan.


Pada semua kesempatan itu, wajar dong kalau saya selalu pingin tampil cantik dan menarik? Perempuan gitu loh. Sayangnya, problem seperti di atas juga kerap saya alami. Karenanya, perawatan kulit terutama kulit wajah perlu diperhatikan sejak dini. Aktivitas yang padat harus diimbangi dengan makan makanan yang bergizi, minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup serta perawatan kulit wajah dan tubuh secara teratur.

Untuk perawatan tubuh, mandi dua kali sehari lalu pakai lotion aja udah cukup. Kalau untuk perawatan wajah, saya memang termasuk agak rewel dalam hal memilih produk. Selain mempertimbangkan harga, hal terpenting sebagai bahan pertimbangan ketika membeli make up dan produk perawatan wajah adalah kehalalannya. Karena saya muslimah, tentu sangat berharap bisa tampil cantik dengan tetap menjaga kesucian tubuh dan tidak terkontaminasi najis.


Maka, menjadi kebahagiaan tersendiri ketika mengenal Zalfa Miracle Skin Care, satu merk produk perawatan wajah yang telah mengantongi sertifikat halal dari MUI. Produknya komplet. Mulai dari pembersih dan pelembab wajah, krim siang dan malam, krim khusus untuk perawatan daerah sekitar mata, paket perawatan wajah berjerawat, serum anti aging dan lain-lain. Sebagai brand yang terbilang baru, Zalfa Miracle dengan tagline alami, aman dan halal, layak menjadi pilihan perempuan Indonesia.

Beberapa produk unggulannya adalah sebagai berikut:


Lightening Series

Produk lightening series terdiri dari Zalfa Miracle Day Cream, Night Cream dan Facial Wash.

Zalfa Miracle Facial Wash adalah sabun khusus wajah yang terbuat dari bahan alami dan diperkaya dengan ekstrak witch hazel dan tea tree oil. Facial wash ini mampu membersihkan kulit wajah dari minyak dan sebum, sehingga bisa mencegah timbulnya jerawat. Dengan memakainya setiap hari, wajah akan bersih dan segar namun tetap lembab. Cocok nih, dipakai saat kita keringetan setelah masak dan bersih-bersih rumah.

Berikutnya, Zalfa Miracle Day Cream. Ini adalah krim dengan tekstur ringan dan mudah menyerap di kulit untuk perawatan wajah di pagi atau siang hari. Dengan kandungan bahan aktif berupa vitamin E, aloevera, titanium dioxide dan UV filter, krim ini mampu menjaga kulit agar tetap terhidrasi serta melindunginya dari sinar matahari yang mengandung UVA dan UVB. UVA dan UVB adalah penyebab pigmentasi dan kerusakan kolagen kulit. Krim ini sebaiknya dipakai sebelum beraktivitas agar kulit bisa terlindungi secara maksimal. Kalo pakai krim ini, wajah akan tampak glowing walau tanpa bedak. Eheem…


Sesuai dengan namanya, Zalfa Miracle Night Cream adalah krim perawatan wajah untuk malam hari. Krim ini mengandung arbutin dan kojic acid yang dipercaya sebagai bahan pencerah kulit. Zalfa Miracle Night Cream juga mengandung saxifrage sarmentosa extract dan bahan lain yang berfungsi melembabkan kulit. Pemakaian di malam hari akan membuat kulit halus dan bercahaya serta memberikan efek lebih kenyal keesokan harinya. Pendek kata, rangkaian lightening series ini merawat dan melindungi kulit dari pagi sampai malam. Kayak satpam ya, hihi...


Zalfa Miracle Anti Aging Serum

Buat yang pingin awet muda, Zalfa Miracle Anti Aging Serum ini penting banget loh. Di dalamnya ada vitamin C dari buah jeruk, vitamin B3, aloevera, kolagen dan anti oksidan. Serum ini berfungsi untuk menghambat proses penuaan dini, mengembalikan kekenyalan kulit dan mengatasi kulit kusam.

Serum ini bisa dipakai pada siang maupun malam hari. Pemakaian siang hari untuk mempersiapkan kulit agar tetap sehat dan segar walaupun seharian beraktivitas. Sementara pemakaian malam hari untuk menutrisi kulit agar maksimal hasilnya.

Sebelum memakai serum anti aging, pastikan kulit bersih dari kotoran, debu maupun sisa make up. Sebaiknya sih pakai cleansing dan toner terlebih dahulu. Cleansing untuk membersihkan kulit wajah, sedangkan toner untuk mengangkat sisa kotoran dan menetralkan ph kulit.
Pemakaian teratur membuat wajah tampak glowing, sehat, cantik, menawan dan segar sepanjang hari.


Zalfa Miracle Kakadu Plum Serum

Kakadu Plum adalah buah yang tumbuh dengan baik di Australia. Karena iklimnya yang sesuai, kakadu plum yang dihasilkan memiliki kualitas sangat baik. Kakadu Plum Australia kaya akan vit C, yang efektif sebagai anti oksidan dan anti agin. Zalfa Miracle mengubah buah organik ini menjadi serum untuk membantu proses peremajaan kulit serta memperbaiki sel-sel yang rusak. Serum ini bebas paraben alias bahan kimia untuk pengawet kosmetik ya, jadi lebih aman untuk kesehatan dan kecantikan. Untuk hasil maksimal, serum dipakai sebelum mengoleskan day cream.



Semua produk Zalfa Miracle terbuat dari bahan alami, bebas dari kandungan bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon dan bahan berbahaya lainnya. Juga tidak mengandung paraben, zat kimia yang biasa ditambahkan pada bahan kosmetik sebagai pengawet. Beberapa jenis paraben justru bisa merusak kulit dan menyebabkan penuaan dini saat terpapar sinar matahari. Dalam jumlah berlebihan di dalam tubuh, paraben juga dicurigai menjadi penyebab kanker. Pernyataan Zalfa Miracle bebas bahan berbahaya ini dibuktikan dengan sertifikat lolos uji lab dari IPB, Dinas Kesehatan dan SIG serta teregistrasi secara legal di BPOM.


Agar lebih yakin, calon pembeli bisa memeriksa nomor registrasi pada kemasan lalu mengecek keasliannya pada situs resmi BPOM. Langkah ini untuk menghindarkan pembeli dari mendapatkan barang palsu atau illegal, apalagi yang tercampur dengan bahan kimia berbahaya.

Karena terbuat dari bahan alami dan halal, maka semua produk Zalfa Miracle Skin Care aman untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Aman juga dipakai dalam jangka waktu lama. Apabila bingung memilih produk yang sesuai kebutuhan dan jenis kulit, pelanggan bisa menghubungi Customer Service di 087770274448 untuk berkonsultasi.


Lalu, bagaimana cara mendapatkan produk Zalfa Miracle Skin Care ini? Gampang. Selain bisa dipesan secara online, produk juga tersedia di distributor resmi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Untuk mengetahui lebih detil tentang Zalfa Miracle, sila berkunjung ke website resmi zalfa.co.id, Fanpage Facebook Zalfa Cosmetics atau Instagram @zalfamiracle. Dan kalau mau tahu pengalaman mereka yang telah memakai produknya, intip testimoninya di @zalfaskincaretestimoni.

Jadi, tak perlu bingung lagi untuk mendapatkan produk perawatan wajah yang berkualitas, alami, aman dan halal. Karena Zalfa Miracle Skin Care bisa jadi solusinya. Bersama Zalfa Miracle, kulit sehat, menawan setiap saat.

Follow Us @soratemplates